Kategori: halaman Utama

  • Renungan Singkat

    Renungan Singkat:
    “BUKAN PILIHAN TETAPI TUHAN UBAH MENJADI BERKAT”
    Kejadian 29:35 (ILT3)
    Dan dia mengandung lagi, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, dan kali ini dia berkata, “Aku memuji YAHWEH.” Itulah sebabnya dia menyebut namanya Yehuda. Dan dia sudah berhenti dari melahirkan.

    Sungguh berat perjuangan seorang isteri bernama Lea meraih cinta suaminya, Yakub.
    Lea sebenarnya dipaksa kawin oleh ayahnya, Labsn, dengan Yakub keponakannya sementara cinta Yakub jatuh pada Rahel, adik Lea.

    Lea berturut-turut melahirkan Ruben, Simeon, Lewi dengan harapan sama: meraih cinta suaminya.
    Terakhir, yang keempat, lahirlah Yehuda yang kelak menurunkan Raja Besar, Daud.
    Dari silsilah Daud lahir Yeshua HaMashiakh.
    Dalam Kejadian 29:32 dituliskan bahwa Yahweh memperhatikan keresahan dan kesedihan Lea sehingga memberkatinya dengan keturunan 4 nak lelaki yang hebat.

    Dari cerita di atas kita tahu bahwa ini tentulah terjadi karena campur tangan Yahweh kepada Lea dan juga satu hal penting yang dilakukan Lea.
    Lea mengubah titik perhatian atau prioritas bukan lagi sekadar meraih cinta Yakub suaminya tetapi bagaimana berdyukur kepada Yahweh yang telah memberi berkat; berkat yang amat sangat indah yaitu 4 anak lelaki.
    Lea berhasil mengubah keresahsn dan cinta yang didamba menjadi kebahagiaan tiada tara.
    Yehuda anak keempat disambut kelahirannya dengan ucapan, “Sekali ini aku akan bersyukur kepada Yahweh.”

    Dulu, Lea tidak diinginkan suaminya, sekarang menjadi berkat bagi suaminya dan bagi banyak orang.
    Bersyukur kepada Dia mengubah kesedihan atau masalah menjadi sukacita.
    Bersyukur menjadikan dewasa dan jauh dari putus asa.
    Bersykur memberi asa yang baru di dalam Dia.
    —– *** —–
    Shalom.
    Tuhan Yeshua memberkati kita.
    *Ps. Dr. Hasudungan Sinaga, D.Th.
    GPF “Grafirat Indonesia,” BEKASI.

  • PASUKAN KHUSUS GIDEON KECIL TETAPI EFEKTIF

    Hakim-hakim 7:2;6 (ILT3)

    Berfirmanlah Yahweh kepada Gideon: “Rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu terlalu banyak bagi-Ku untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan dirinya sendiri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku.”

    Gideon, orang yang dipilih Yahweh untuk berperang melawan orang Midian (Hakim-Hakim 6:14) mendapat perintah untuk membentuk pasukan, tepatnya pasukan khusus. Dikatakan pasukan khusus karena proses pembentukannya yang unik. Cuma dengan cara minum. Minum dengan cara menciduk air, berarti lulus. Sebaliknya, minum langsung menghirup air dengan mulutnya, gugur. Banyak orang ingin ikut berjuang bersama dengannya, tetapi Tuhan katakan terlalu banyak.

    Dari nats di atas, ada 3 (tiga) hal yang dapat kita petik:

    Pertama, bahwa banyak orang yang berjuang bersama belum tentu sehati atau seirama dalam bergerak, bisa jadi justru mereka kebanyakan berdebat atau memberi usul yang bertentangan satu dengan yang lain.

    Kedua, Tuhan sendiri memerintahkan tidak perlu terlalu banyak sebab sejatinya Tuhanlah yang akan memberi kemenangan, bukan Gideon dan pasukan elitnya itu. Sebenarnya, Tuhan hanya “meminjam tangan” Gideon dalam perang, apalagi laskar Midian jauh lebih banyak, seratus ribu lebih.

    Ketiga, Tuhan tidak ingin orang Israel yang ikut perang menjadi sombong atau sesumbar bahwa peran mereka besar dalam perang dan pada akhirnya lupa bahwa tanpa Tuhan mereka tidak bisa apa-apa.

    Bahwa Tuhan sudah mengetahui watak dan perilaku umat-Nya dimulai dari sungut-sungut mereka sejak keluar dari tanah pengasingan (Mesir) yang dipimpin oleh Musa (Mosha). Itu jelas salah satu alasan untuk menyaring orang-orang yang akan terpilih menjadi pasukan khusus (elit) Gideon.

    Solusi yang unik—meminum air—juga menggambarkan 2 (dua) hal :

    Pertama, Tuhan memberikan tangan untuk membantu setiap orang melakukan aktivitasnya, lalu kenapa tidak menggunakannya?

    Ini gambaran dari orang yang tidak mau bekerja keras dan menggampangkan persoalan.

    Kedua, bahwa perilaku menghirup air secara langsung adalah contoh sifat ketidakhati-hatian karena bisa saja diantara genangan air atau aliran air itu ada benda-benda lain yang kemudian bisa terhirup.

    Tuhan hanya menginginkan orang-orang (baca: pasukan khusus) yang menghargai apa yang Tuhan berikan (anggota tubuh) dan bersikap hati-hati (waspada) terlebih lagi yang sungguh-sungguh patuh dan semangat yang membara.

    Dia tahu siapa yang siap untuk bertempur dan bukan sekedar ikut-ikutan.

    Tuhan memiliki banyak cara untuk menyeleksi orang-orang yang akan dipilih-Nya dan yang siap untuk bertempur di medan perang.

    Ps. Dr. hasudungan Sinaga, D.Th. Gembala Sidang GPF “Grafirat Indonesia” Bekasi. Juni 2025

  • Renungan Singkat: “BUKAN PILIHAN TETAPI TUHAN UBAH MENJADI BERKAT” Kejadian 29:35 (ILT3)Dan dia mengandung lagi, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, dan kali ini dia berkata, “Aku memuji YAHWEH.” Itulah sebabnya dia menyebut namanya Yehuda. Dan dia sudah berhenti dari melahirkan.

    Sungguh berat perjuangan seorang isteri bernama Lea meraih cinta suaminya, Yakub.
    Lea sebenarnya dipaksa kawin oleh ayahnya, Labsn, dengan Yakub keponakannya sementara cinta Yakub jatuh pada Rahel, adik Lea.

    Lea berturut-turut melahirkan Ruben, Simeon, Lewi dengan harapan sama: meraih cinta suaminya.
    Terakhir, yang keempat, lahirlah Yehuda yang kelak menurunkan Raja Besar, Daud.
    Dari silsilah Daud lahir Yeshua HaMashiakh.
    Dalam Kejadian 29:32 dituliskan bahwa Yahweh memperhatikan keresahan dan kesedihan Lea sehingga memberkatinya dengan keturunan 4 nak lelaki yang hebat.

    Dari cerita di atas kita tahu bahwa ini tentulah terjadi karena campur tangan Yahweh kepada Lea dan juga satu hal penting yang dilakukan Lea.
    Lea mengubah titik perhatian atau prioritas bukan lagi sekadar meraih cinta Yakub suaminya tetapi bagaimana berdyukur kepada Yahweh yang telah memberi berkat; berkat yang amat sangat indah yaitu 4 anak lelaki.
    Lea berhasil mengubah keresahsn dan cinta yang didamba menjadi kebahagiaan tiada tara.
    Yehuda anak keempat disambut kelahirannya dengan ucapan, “Sekali ini aku akan bersyukur kepada Yahweh.”

    Dulu, Lea tidak diinginkan suaminya, sekarang menjadi berkat bagi suaminya dan bagi banyak orang.
    Bersyukur kepada Dia mengubah kesedihan atau masalah menjadi sukacita.
    Bersyukur menjadikan dewasa dan jauh dari putus asa.
    Bersykur memberi asa yang baru di dalam Dia.
    —– * —–
    Shalom.
    Tuhan Yeshua memberkati kita.
    Ps. Dr. Hasudungan Sinaga, D.Th.
    GPF “Grafirat Indonesia,” BEKASI.